Metro Tanah Abang menjelang Lebaran 2010

Hari ini tanggal 30 Agustus 2010, 11 hari lagi umat Islam di seluruh dunia akan merayakan hari raya Idul Fitri.  Demikian juga dengan rakyat Indonesia, setelah sebulan penuh puasa mereka akan segera merayakan hari kemenangan mereka. Di hari raya tersebut mereka saling mema’af-ma’afkan, bersilahturami ke sanak keluarga, dan tidak ketinggalan juga berpakaian yang baru, baik bapak, ibu, ataupun anak-anaknya.

Itulah sebabnya mengapa pasar Tanah-Abang akan kebanjiran pembeli pada hari-hari di bulan Ramadhan menjelang Lebaran ini. Sudah banyak dibahas keramaian di pasar Tanah-Abang di koran-koran, tetapi yang jadi sorotan selalu proyek Pasar Tanah-ABang Blok A. Yang luput dari liputan wartawan dan koran-koran lokal adalah, ramainya pasar Tanah-abang di Pusat Grosir Metro Tanah Abang.

Keramaian Metro Tanah Abang akan segera terasa, begitu pengunjung mendekati gedung Metro tersebut, antrian panjang untuk masuk ke gedung parkir walaupun waktu baru menunjukan jam 5.15 pagi. Begitu padatnya kendaraan yang ingin masuk ke gedung parkir, sampai-sampai petugas melakukan buka tutup untuk mencairkan kepadatan di dalam gedung parkir.

Keramaian Metro Tanah Abang

Keramaian Metro Tanah Abang di pagi hari di bulan Puasa

Di dalam pertokoan Metro Tanah Abang sendiri, keramaian dimulai dari jam 5 pagi, proyeknya sudah buka, dan toko-toko terutama di lantai I sudah mulai berbenah memajang model-model barunya. Para pembeli juga sudah mulai berdatangan, karena mereka juga tahu bahwa untuk mendapatkan model yang bagus harus datang pagi supaya tidak kehabisan. Walaupun sudah datang dari pagi, pembeli tidak dijamin bisa mendapatkan barang-barang yang benar-benar di sukai. Oleh karena toko-toko yang benar-benar ramai, pembeli harus berebutan dengan pembeli yang lain untuk mendapatkannya. Kerumunan ramai dan teriakan-teriakan pembeli dan penjual biasanya terdengar dengan sangat nyaring, mengakibatkan semakin banyak pembeli lain berdatangan. Dalam waktu kurang dari 1 jam, toko tersebut sudah kehabisan barang. Pembeli akan beralih lagi ke toko lain yang baru buka, dan kejadian seperti ini akan terulang lagi, rebutan, teriakan, tumpukan pembeli, dan lemparan barang barang yang direbut para pembeli.

Ada juga toko yang ramai menerapkan cara berjualan yang berbeda. Barang-barang mereka tidak dilempar untuk direbut, tetapi mereka hanya mencatat pesanan pembeli di nota, pembeli diminta untuk memberikan dp terlebih dahulu.  Setelah pembayaran di terima, barang langsung di packing di kantong. Cara demikian menurut hemat kami jauh lebih aman dan elegan. Tidak mengundang tangan-tangan jahil yang sering mencari kesempatan dalam keramaian dan kesempitan.

Tidak semua toko bisa ramai seperti yang diceritakan di atas. Sebagian toko yang produknya tidak cocok untuk Lebaran seperti kaos-kaos oblong atau pakaian pakaian tidur, hanya menjadi penonton pada saat saat seperti ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: