Archive for September, 2010

Pasar Tanah Abang dibuka kembali

Seminggu setelah lebaran, toko-toko di Pasar Tanah Abang mulai beramai-ramai dibuka kembali. Para pemilik toko dan pegawai sudah mulai pulang dari jalan jalan wisata mereka atau balik dari kampung halaman mereka. Terlihat toko-toko banyak yang melakukan bersih-bersih, dan belum terlihat produk-produk baru yang di display.

Biasanya setelah beberapa hari sejak toko dibuka baru mulai ada barang-barang baru. Ini dikarenakan pekerja yang pulang kampung, dan baru mulai berdatangan, sehingga produksi baru bisa dikeluarkan setelah beberapa hari kemudian.

Alangkah bedanya suasana pasar 2 minggu yang lalu dibanding dengan keadaan sekarang ini.

Demikianlah siklus kesibukan Pasar Tanah Abang.

Blok A Tanah Abang Kebakaran

Pada tanggal 16 September 2010 kembali terjadi kebakaran di Pasar Tanah Abang. Kali ini yang menjadi korban amukan di jago merah adalah Pasar Tanah Abang Blok A, tepatnya di lantai Ground, Los F no : 65-66, yang ditempati PT Sindo, Kantor Pemasaran Tanah Abang. Untungnya api dapat dipadamkan tidak lama kemudian oleh 5 mobil pemadam kebakaran. Kemudahan pemadaman ini terbantu oleh gedung yang masih baru dan hidran air masih bagus. Di samping itu juga pasar Tanah-abang juga masih libur panjang Lebaran.

Efek dari kebakaran terhadap kios-kios di sekitar Los F dan Los E adalah basahnya barang dagangan karena tersemprot oleh air-air pemadam dan sprinkler yang bekerja otomatis. Besarnya kerugian para pedagang belum bisa diperkirakan karena mereka masih libur.

Kios-kios di Blok A lantai Ground sebagian besar adalah kios yang menjual produk pakaian anak-anak, diselingi sedikit fashion, busana muslim, dan batik-batik.

Belanja Untuk Lebaran

“Pasar Regional Tanah Abang bak lautan manusia” demikian berita Kompas 4 September 2010.

Lebaran kurang dari seminggu lagi, dan pasar pasar pakaian terutama Pasar Tanah-abang dibanjiri pembeli dari berbagai daerah terutama dari sekitar Jakarta. Pembeli-pembeli ini kebanyakan adalah pembeli eceran, karena yang membeli grosir sudah mulai mengurangi pembelian karena expedisi yang sudah tutup dan stok barang mereka sudah cukup.

Mengapa menjelang Lebaran ini baju-baju dan pakaian diperebutkan para pembeli?

Belanja untuk lebaran adalah merupakan tradisi dalam keluarga, karena anggapan orang-orang berlebaran itu identik dengan pakaian baru dan sepatu baru. Hal inilah yang kemudian menciptakan siklus musiman dimana jelang lebaran, pusat perbelanjaan mulai diserbu warga. Keramaian jelang Lebaran ini juga terjadi di Pasar Tanah Abang.

Begitu banyaknya pengunjung, sehingga pengunjung di Pasar Tanah Abang Blok A yang begitu luas masih harus berdesak-desakan. Para pengunjung dari sekitar Jabodetabek biasa menjelang lebaran selalu menyisihkan sebagian penghasilannya untuk berbelanja pakaian untuk sanak keluarga.

Sebagian besar pengunjung pasar Tanah-abang adalah dari kalangan menengah ke bawah, sedangkan yang menengah ke atas biasanya belanja di mal-mal.

Memang lebaran merupakan momen penting untuk kita semua, dan kita selalu menyiapkan segala hal untuk itu. Tetapi kita jangan lupa juga bahwa masih banyak yang memerlukan uluran tangan kita.

“Makna Idul Fitri sejatinya tidak dilihat dari seberapa bersih dan seberapa mahal baju yang kita pakai. Tapi lebih dari itu, makna Idul Fitri sebaiknya dimaknai sebagai makna kebersamaan dan saling berbagi kepada yang membutuhkan”
demikian ditulis  Sabrina Asril di http://m.kompas.com/news/read/data/2010.08.31.18143224

Blok B Tanah Abang

1.1 Deskripsi Umum

Gedung Blok B Pusat Grosir Tanah Abang merupakan gedung dengan arsitektur modern berada di kawasan perbelanjaan dan perdagangan Tanah Abang yang merupkan kawasan perdagangan sentra primer di Jakarta Pusat. Dengan potensi lokasi yang strategis dan aksesibilitas yang dimiliki oleh kawasan perdagangan Tanah Abang, menjadikan Gedung Blok B Pusat Grosir Tanah Abang mudah dicapai dan terjangkau oleh kalangan pengguna kendaraan umum maupun kendaraan pribadi, sehingga Gedung Blok B Pusat Grosir Tanah Abang menjadi Pusat Grosir terlengkap, teramai dan termegah di Jakarta atau bahkan di Asia Tenggara.

Gedung Blok B Pusat Grosir Tanah Abang, dapat menampung kurang lebih 5000 kios yang dibangun di atas lahan seluas 13.000m2, yang nantinya akan dijadikan sebagai “one stop trading…one stop wholesale” (perdagangan satu atap) dengan Pasar Tanah Abang Blok A.

Zona Peruntukan Unit Usahanya sebagai berikut :

1. Grosir Textile Eceran (Basement 2)

2. Grosir Textile, Gordyn, Bed Cover dan Seprei, mukena, sarung, perlengkapan ibadah, dll (Basement 1)

3. Grosir Fashion / Busana Muslim (Semi Lower Ground Floor)

4. Grosir Fashion Wanita Dewasa (Lower Ground Floor)

5. Grosir Fashion Jeans Wanita, Fashion Dewasa dan Fashion Anak-anak (Ground Floor)

6. Grosir Jenas, Fashion ABG dan Fashion Anak (Lantai I)

7. Grosir Fashion Pria Dewasa, Kemeja Pria dan Kaos (Lantai 2)

8. Grosir Kemeja Pria, Baju Sport, Jaket Kulit, Topi, Export Afrika dan Baju Tidur (Lantai 3)

9. Grosir Butik dan Aksesoris (Lantai 3A)

10. Grosir Muslim, Pusat Perbankan / ATM / Kantor (Lantai 5)

Secara keseluruhan Gedung Blok B Pusat Grosir Tanah Abang dikembangkan dan dikelola oleh :

PT PRIMA KELOLA SUKSES

Kantor Pengelola : Gedung Blok B Pusat Grosir Tanah Abang
Jl. Fachrudin, Kampung Bali Tanah Abang
Jakarta Pusat 10320

Nomor Telepon   : 021-23572000

Nomor Fax            : 021-23570999

1.2. Fasilitas Gedung Untuk Pengunjung dan Pemilik / Pengguna

Untuk Kenyamanan dan kemudahan pengunjung Gedung Blok B Pusat Grosir Tanah Abang, tersedia akses masuk segal penjuru, alat transportasi vertikal yang cukup, fasilitas penerangan dan AC sentral, perparkiran yang luas, toilet, area bongkar muat, bank dan ATM, serta fasilitas penunjang lainnya, antara lain sebagai berikut :

1. Akses utama : Jl. Fachrudin, Jl. Kebon Jati, dari Blok A dan dari Blok F

2. 8 buah entrance akses keluar masuk yang meliputi Jl. Fachrudin, Jl. Kebon Jati, Blok F, Lt. SLG dan Lt. Lg

3. Hall yang megah dan luas dengan open plaza (void)

4. Lift barang dan lift penumpang 22 unit

5. Escalator 164 unit

6. Toilet Wanita 20 buah dan Toilet Pria 21 buah

7. ATM, Bank, Smoking Room dan Masjid

8. Area Parkir yang luas (+- 403 lot parkir motor dan +- 1199 mobil)

9. Back up genset

10. Peralatan penanggulangan bahaya api (Hydrant / Sprinkler / Alarm / Heat / Smoke Detector / Dinding Tahan Api)

11. Kamera dan CCTV untuk keamanan

1.3 Jam Operasional

Jam operasional Gedung dan Pengelola ditetapkan berdasarkan ketentuan sebagai berikut :

* Jam operasional Gedung : 06.00 s/d 17.00 Wib (7 hari kalender)

* Jam operasional Pengelola :

Hari Senin s/d Jumat            : 09.00 s/d 17.30 Wib

Hari Sabtu & Minggu              : 09.00 s/d 12.00 Wib

Source : Buku Tata Tertib Gedung Blok B

Sejarah Tanah Abang

Kompleks Pasar Tanah Abang merupakan salah satu objek sejarah di Ibukota. Mengutip buku 250 Tahun Pasar Tanah Abang yang diterbitkan PD Pasar Jaya pada 1982, Tanah Abang tidak terlepas dari sejarah Kota Jakarta. Memang sampai saat ini belum diketahui secara pasti asal nama Tanah Abang, karena belum ada sumber sejarah tertulis mengenai penemuan nama tersebut. Nama Tanah Abang mulai disebut-sebut pada pertengahan abad ke-17, sehingga banyak orang memperkirakan nama itu berasal dari tentara Mataram yang menyerang VOC pada 1628.

Tentara Mataram, seperti dituliskan dalam sejarah, tidak hanya melancarkan serangan dari arah lautan, namun juga mengepung kota dari arah selatan. Tentara Mataram menggunakan Tanah Abang sebagai pangkalan karena konturnya yang berbukit-bukit dengan genangan rawa-rawa di sekitarnya, yang mengalir ke Kali Krukut. Kawasan itu bertanah merah, atau abang dalam bahasa Jawa. Diperkirakan dari sana nama itu muncul.

Kawasan itu juga dikenal sebagai kawasan perdagangan ketika itu. Tingginya aktivitas ekonomi di kawasan itu mendorong Justinus Vinck, seorang pengusaha sukses, mulai membangun Pasar Tanah Abang dan Pasar Weltevreden, yang kemudian dikenal dengan Pasar Senen pada 1735. Bangunan awal Pasar Tanah Abang sangat sederhana, bilik-bilik dibuat dari bambu. Seiring perkembangan zaman, perbaikan dan peremajaan terus dilakukan. Peremajaan terakhir dilakukan pada 1975.

Setelah terjadi kebakaran pada tahun 2003, hampir seluruh kios-kios di pasar Tanah-abang hangus terbakar. Sisa bangunan yang masih berdiri tinggal Blok B, C dan D, sedangkan blok A sudah tidak layak pakai lagi langsung dirobohkan. Kemudian setahun kemudian menyusul Blok B, C, dan D yang pondasinya juga sudah tidak kuat lagi juga di robohkan. Ditempat inilah mulai didirikan Blok A yang selesai pada tahun 2005, dan Blok B yang selesai akhir tahun ini 2010. Pasar Blok A dan B ini sudah merupakan pasar modern yang menyerupai mal mal lain, full AC, parkir luas dan gedung bertingkat tinggi  dengan mengedepankan faktor kenyamanan dan keamanan.

source : Suara Pembaruan

Halo Bos!

“Halo Bos!” adalah kata-kata sapaan umum yang kita gunakan untuk memanggil teman, pembeli atau orang yang kita kurang begitu akrab atau lupa namanya. Tapi sapaan ini mempunyai arti tersendiri kalau digunakan oleh kuli-kuli, petugas keamanan, atau kebersihan untuk menyapa pemilik-pemilik kios pasar Tanah Abang.

Sudah merupakan tradisi di mana-mana di Indonesia bahwa yang lebih berpunya memberikan kepada yang kurang berpunya, terutama menjelang hari Idul Fitri. Pemberian itu biasa kita namakan THR (Tunjangan Hari Raya).

Dengan  sapaan “Hallo Bos” itu maka para bos sudah tahu bahwa yang menyapa tersebut mengharapkan THR dari mereka, walaupun sebenarnya yang meminta secara halus tersebut bukan merupakan pegawai langsung dari para bos.

Di Pasar Tanah Abang terutama di Metro dan Blok A, yang biasa mengharapkan pemberian THR dari para pemilik kios atau toko-toko antara lain kuli kuli panggul, satpam atau petugas keamanan, petugas kebersihan, dan tukang parkir. Mereka telah bekerja keras sepanjang tahun, dan walaupun sudah mendapatkan THR secara langsung dari pemilik gedung atau secara resmi dari pengumpulan dana dari toko toko, mereka masih mengharapkan pemberian tambahan dari pemilik kios yang telah dibantu sepanjang tahun.

Para pemilik kios pun biasanya tidak keberatan memberikan bantuan kepada mereka selama yang diberikan itu mereka kenal, dan biasanya hanya berupa sebuah kaos atau baju saja. Kadang-kadang para petugas yang tidak bisa datangpun bisa menitip ketemannya. Kalau yang meminta itu mengatakan ada salam juga dari xxxx, berarti pemilik kios itu tahu bahwa mereka meminta juga untuk temannya.

Pasar Tanah Abang Metro dan Blok A sekarang sudah modern, Ber-AC dan keamanan yang lebih baik. Tidak seperti dulu sebelum gedung-gedung ini dibangun, yaitu Blok B dan Blok A lama dimana keamanan tidak begitu baik, sehingga  kalau menjelang lebaran , preman preman pasar beserta orang orang sekitar pasar juga turut meminta-minta ke kios-kios, ini cukup menyebabkan keresahan di kalangan pemilik toko, sehingga menyebabkan mereka lebih cepat menutup kiosnya pada waktu menjelang lebaran. Sekarang sudah tidak ada orang-orang seperti itu lagi yang bisa mengakses ke dalam gedung, sehingga pemilik toko bisa buka toko dengan tenang sampai cukup dekat di hari H nya.

Siklus Barang Pasar Tanah Abang

Hari raya Idul Fitri 1431H di tahun 2010 ini tinggal beberapa hari lagi. Tahun ini Pasar Tanah Abang kelihatannya sangat ramai dikunjungi pembeli baik dari daerah maupun dari sekitar Jabodetabek. Orang-orang akan beranggapan bahwa semua jenis barang yang ditawarkan oleh toko-toko di sana itu pasti laku di hari-hari menjelang Lebaran ini. Yang tidak diketahui orang adalah hanya produk-produk tertentu saja yang ramai dicari pembeli pada saat-saat seperti ini.

Sebenarnya setiap produk ada siklus atau musimnya, di mana di saat-saat tertentu sangat dibutuhkan orang, dan di saat lain tidak ada pembeli yang cari. Di sini penulis akan mencoba memberikan analisa beberapa produk beserta siklus produk tersebut.

Busana Muslim
Yang termasuk kategori busana muslim ini antara lain : gamis, mukena, jilbab, baju koko, atau fashion-fashion lain yang berlengan panjang. Untuk produk ini semua orang juga tahu bahwa peak seasonnya terjadi menjelang lebaran, setelah lebaran permintaan akan menurun dan setelah Idul Adha/ Lebaran Haji, peminat produk ini akan menurun drastis.

Fashion Bahan Non-Kaos
Yang termasuk ini adalah fashion-fashion atasan, blus, dress, kemeja ataupun jump suit yang terbuat dari bahan-bahan katun, sifon dan bahan lain non-kaos baik polos maupun berprinting. Siklus ramainya identik dengan Busana Muslim. Mendekati Lebaran produk-produk ini direbuti pembeli-pembeli sehingga menyebabkan supplier tidak keburu memproduksinya. Ini disebabkan karena memang produk jenis ini atau busana muslim di atas agak sulit diproduksi karena model yang lebih complicated dan memerlukan pengerjaan yang lebih mendetail, apalagi kalau memerlukan penambahan asesoris yang rumit, sehingga produksi barang-barang tersebut akan sangat lambat. Karena permintaan atau demand pasar yang besar dan produksi/supply yang lambat, menyebabkan produk-produk jenis ini selalu direbuti oleh pembeli-pembeli pada waktu peak season tersebut.

Fashion bahan kaos
Yang  termasuk kategori ini adalah pakaian-pakaian yang terbuat dari kaos-kaos, seperti combed, spandex, TC, rib dsb, baik corak maupun polos. Model-model kategori ini termasuk fashion atasan baik yang sederhana seperti tshirt, kaos oblong sampai fashion-fashion dress. Produk seperti ini agak stabil sepanjang tahun, dan tidak ada perubahan permintaan yang significant menjelang lebaran. Produksinyapun cukup mudah sehingga supply atau produksi akan dengan mudah memenuhi permintaan pasar apabila dibutuhkan.

Baju tidur/celana dalam/bra
Barang jenis ini musimnya adalah kebalikan dari busana muslim. Peak seasonnya justru terjadi setelah Lebaran, dan menjelang Lebaran permintaan pasar akan barang ini sangat minim.

Celana Jeans/Katun
Biasanya permintaan pasar akan celana jeans/katun akan meningkat menjelang lebaran. Dan produksi barang jenis ini termasuk yang sangat lambat, terutama karena adanya penambahan pengerjaan untuk cucian Jeans.