Halo Bos!

“Halo Bos!” adalah kata-kata sapaan umum yang kita gunakan untuk memanggil teman, pembeli atau orang yang kita kurang begitu akrab atau lupa namanya. Tapi sapaan ini mempunyai arti tersendiri kalau digunakan oleh kuli-kuli, petugas keamanan, atau kebersihan untuk menyapa pemilik-pemilik kios pasar Tanah Abang.

Sudah merupakan tradisi di mana-mana di Indonesia bahwa yang lebih berpunya memberikan kepada yang kurang berpunya, terutama menjelang hari Idul Fitri. Pemberian itu biasa kita namakan THR (Tunjangan Hari Raya).

Dengan  sapaan “Hallo Bos” itu maka para bos sudah tahu bahwa yang menyapa tersebut mengharapkan THR dari mereka, walaupun sebenarnya yang meminta secara halus tersebut bukan merupakan pegawai langsung dari para bos.

Di Pasar Tanah Abang terutama di Metro dan Blok A, yang biasa mengharapkan pemberian THR dari para pemilik kios atau toko-toko antara lain kuli kuli panggul, satpam atau petugas keamanan, petugas kebersihan, dan tukang parkir. Mereka telah bekerja keras sepanjang tahun, dan walaupun sudah mendapatkan THR secara langsung dari pemilik gedung atau secara resmi dari pengumpulan dana dari toko toko, mereka masih mengharapkan pemberian tambahan dari pemilik kios yang telah dibantu sepanjang tahun.

Para pemilik kios pun biasanya tidak keberatan memberikan bantuan kepada mereka selama yang diberikan itu mereka kenal, dan biasanya hanya berupa sebuah kaos atau baju saja. Kadang-kadang para petugas yang tidak bisa datangpun bisa menitip ketemannya. Kalau yang meminta itu mengatakan ada salam juga dari xxxx, berarti pemilik kios itu tahu bahwa mereka meminta juga untuk temannya.

Pasar Tanah Abang Metro dan Blok A sekarang sudah modern, Ber-AC dan keamanan yang lebih baik. Tidak seperti dulu sebelum gedung-gedung ini dibangun, yaitu Blok B dan Blok A lama dimana keamanan tidak begitu baik, sehingga  kalau menjelang lebaran , preman preman pasar beserta orang orang sekitar pasar juga turut meminta-minta ke kios-kios, ini cukup menyebabkan keresahan di kalangan pemilik toko, sehingga menyebabkan mereka lebih cepat menutup kiosnya pada waktu menjelang lebaran. Sekarang sudah tidak ada orang-orang seperti itu lagi yang bisa mengakses ke dalam gedung, sehingga pemilik toko bisa buka toko dengan tenang sampai cukup dekat di hari H nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: