Kenyamanan Belanja Di Tanah Abang

Pusat perbelanjaan grosiran identik dengan tempat belanja yang penuh dengan pengunjung,
sesak, kotor, udaranya dipenuhi asap rokok dan kendaraan, hawanya panas dan bau keringat
dimana-mana. Itu mungkin salah satu sebab mengapa para pembeli yang mau membeli ke tempat
grosiran harus memiliki persiapan fisik dan mental sebelum berangkat ke tujuan.
Pemandangan ini tentunya jauh berbeda bila dibandingkan dengan kondisi yang ada di Pusat
Perbelanjaan Tanah Abang yang berlokasi di Jakarta Pusat. Menjadi kiblat dari pusat grosir
terbesar yang menyediakan banyak jenis barang untuk dijual mulai dari fashion, bahan baku,
jajanan, bahan mentah tidak menjadikan Tanah Abang sebagai tempat berbelanja yang kotor
ataupun jorok. Malah sebaliknya, sebelum memasuki gedung pertokoannya saja, Anda sudah
langsung akan kagum dengan model bangunannya yang megah dengan atap yang menyerupai
kubah masjid. Memasuki gedungnya Anda tidak akan merasa kepanasan atau bermandi keringat
karena di setiap lantai yang mencapai 19 lantai dipasang AC (Air Conditioner).
Tanah Abang terbagi menjadi beberapa blok yaitu blok A, B, C, D, E, F, AA, BB dan CC. Tetapi
yang paling ramai pengunjung adalah di blok A dan blok B, kedua blok ini merupakan pusat
bisnis grosir. Seperti yang diketahui bahwa dominan pengunjung Tanah Abang adalah para
pedagang dari luar daerah yang membeli barang secara grosir atau partai untuk dijual kembali di
daerah mereka. Mereka yang dari luar daerah biasanya berasal dari wilayah Makassar, Manado,
Samarinda, Balikpapan, Ternate dan Papua. Bisa dibilang toko-toko pakaian yang berada di
wilayah tersebut berasal dari Tanah Abang.
Bukan hanya dari segi harga, Tanah Abang unggul di mata para pedagang di daerah melainkan
juga dinilai dari segi tempat yang memberi kenyamanan mereka untuk membeli barang.
Kenyamanan dan keamanan sangat mempengaruhi minat para calon pembeli. Bayangkan saja,
bila ada pembeli yang ingin memborong pakaian dengan tujuan untuk dijual kembali kemudian
membawa uang untuk bertransaksi dalam jumlah yang tidak sedikit sangat beresiko bila tidak
didukung oleh sistem keamanan yang ketat dan sistem pembayaran yang aman. Tetap disarankan
bagi para pengunjung untuk selalu waspada karena bagaimana pun niat orang bisa berubah-ubah
bila melihat adanya kesempatan. Sudah terpasang juga tanda petunjuk bagi pengunjung yang
belum menguasai jalan-jalan di dalam gedung pertokoan. Ikuti saja tanda tersebut dan Anda
tidak akan tersesat.
Sistem pembayaran yang aman sebaiknya menggunakan cek atau giro. Jadi, pastikan terlebih
dahulu sistem pembayaran yang diterima oleh penjual. Tanyakan apakah mereka bisa menerima
cek atau giro, dari komunikasi yang seperti ini tidak jarang pembeli mendapatkan akses ke
toko sehingga mudah mendapatkan informasi bila ada jenis barang baru yang lagi trend. Tidak
bisa bertransaksi lewat cek atau giro, tenang saja karena mesin ATM tersedia, jadi tidak perlu
membawa uang tunai terlalu banyak.
Lelah berbelanja, pengunjung bisa langsung memanjakan diri di Food Court dengan menu
makanan yang beraneka ragam. Food Court terletak di lantai 8 yang merupakan pusat kuliner.
Tempat ini sengaja didesain dengan konsep yang nyaman dan santai. Harga makanan pun
beraneka ragam dan enak-enak tentunya. Coba saja nasi tongseng sapi atau soto betawinya,
dijamin enak dan membuat lidah ketagihan.

%d bloggers like this: